Selasa, 22 November 2016

Pencarian

Cuaca terlihat cerah hari ini, dan sebagian mungkin berpikir terlalu terik dan menyengat.
Penghuni di markas sedikit lebih ramai dari biasanya dikarenakan cuaca terik yg cukup membuat mereka enggan untuk keluar, termasuk 918 dan teman-teman satu kelompok KRD.
Sekilas terlihat biasa saja tetapi tidak ada yang sadar jika 918 sedang siaga penuh, ia memasang telingangnya lebar lebar mendengarkan pembicaraan orang-orang mengenai insiden pemukulan pemimpin baru mereka. Namun ekpresi 918 cukup sulit ditebak, tak ada seorangpun yang tau apa yang sedang berkecamuk dalam kepalanya.
"Ehemmm..." Terdengar suara dehaman pelan dari arah belakang, 918 segera menoleh dan mendapati david di seberang markas yang sedang memberikan aba-aba untuk mendatanginya. Kemudian ia bangkit meninggalkan kerumunan teman-temannya.
"Ada apa ?" Tanya 918 pelan
"Ini memang belum pasti tapi perasaanku mengatakan pelakunya berasal dari kelompok ekspress" bisik david pelan. 918 menaikkan alisnya tanda bingung dan david segera melanjutkan
"Kau ingat lukman dengan kode 211 yang dikalahkan 477, ternyata ia berasal dari kelompok ekpress"
"Aku tau itu" balas 918 seraya memegang bahu david dan mengajaknya berbalik membelakangi markas.
"Aku berpikiran sama denganmu, maka dari itu aku tetap dimarkas dan menyelidiki pembicaraan mereka diam-diam"
"Kenapa tidak langsung menjelaskan tujuan kita, mereka juga tau tentang insiden itu" david sedikit menekankan nada suaranya
"Benar, tapi 477 memintaku untuk menyelidiki diam-diam tanpa kecurigaan sedikitpun" jelas 918. Ketika david hendak membalas perkataannya 918 kembali melanjutkan
"Dengar david kita tidak boleh bertindak sembarangan, jika mereka tau kita sedang menyelidiki insiden itu maka pelaku diantara mereka akan bertindak dengan hati-hati seolah tidak bersalah. tetapi, jika penyelidikan kita tidak diketahui pelaku akan berpikir kasus ini tidak begitu berarti dan ada kemungkinan dia akan menyerang 477 lagi, saat itulah kita akan menyergap dia" jelas 918
"Kau ingin 477 terkena serangan untuk kedua kalinya ? Hah " suara david sedikit terdengar lebih kencang dari yg seharusnya, dia menjadi sedikit emosi ketika mendengar penjelasan 918.
"Ini rencana 477, jika kau keberatan lebih baik kau tanyakan dia saja" 918 menepuk bahu david seraya berbalik meninggalkan david dan kembali ke kelompoknya.
"Aku benar-benar menyesal karena pergi sebelum kau siuman" Juli yang saat itu sedang mengikuti 477 bertugas kembali pada kebiasaannya mengayunkan kaki di salah satu tempat duduk.
"Aku tau" jawab 477
"Tau apa maksudmu ?" Tanya Juli
"Kau menyesal karena mungkin saja itu salahmu, mungkin ada yang cemburu melihat kita berdua" balas 477 terselip nada canda.
"Kau berpikir seperti itu ? " Juli kaget bercampur bingung tatapannya berubah serius.
"Mungkin saja" jawab 477
"Apa kau marah pada orang yg memukulmu ?" Suara Juli terdengar sedikit hati-hati.
"Sebaliknya justru aku merasa berterima kasih"
"Berterimakasih untuk apa ?"
"Jika ia tidak melakukan itu mungkin kau tidak akan hadir hari ini untuk mengkhawatirkan aku" balas 477 dengan nada meledek. Juli tertawa ringan dan raut wajahnya kembali hangat.
Juli menemani 477 bertugas sampai selesai dan Mereka kembali ke markas pukul 7 malam.
"Baiklah mungkin aku akan menemanimu lagi besok" ucap Juli sebelum benar-benar pergi.
"Sebaiknya iya, jika tidak mungkin aku akan seharian menunggumu" balas 477, ia tak sadar kata-kata tersebut mengalir secara alami dari mulutnya. Juli tersenyum mengangguk
"Aku benar-benar mengkhawatirkanmu loh" ucapnya dan ia menghilang pergi.
"Aku butuh penjelasan" 477 melirik david yang kemudian duduk di sampingnya.
"Apa?" Tanya 477 bingung
"Kenapa tidak selidiki secara terang-terangan agar tidak banyak membuang waktu ?"jelas david seraya menatap 477 tajam.
"Kenapa yaa ? Hmmm aku mungkin hanya ingin bermain-main terlebih dahulu" jawab 477
"Bermain-main ?"tanya david dengan nada tidak percaya
"Oh aku tau kau tidak punya waktu karena sibuk berpacaran" nada suara david terdengar sedikit kesal.
"Untuk apa kau bersikeras dengan semua ini ? Bukankah kau tidak peduli padaku ?" Ledek 477 pelan dan membuat David tak bisa berkata-kata. Kemudian 477 berdiri dan merapikan celananya.
"Satu lagi jangan campuri urusan pribadiku" lanjut 477 dengan nada dingin seraya pergi meninggalkan adiknya sendirian. Ia tidak tau jika kata-kata terakhirnya begitu menusuk dan membuat hati david terluka. Dan hal itu menjadi alasan akan insiden yang akan terjadi esok hari.
"477 aku punya kabar buruk" 918 terdengar panik.
"Ada apa ? tanya 477 sedikit acuh
"David di pukuli anggota ekspress, karena memaksa mencari pelaku di kelompok mereka"
Jelas 918 yang membuat 477 terkejut tak percaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar