Merupakan kejutan bagi Daniel yang seketika di tunjuk ayahnya untuk memimpin orang-orang itu, iya orang orang yang bagi dirinya telah mati. Ia berada di sebuah tempat terletak di kota Bogor tepat di stasiun Bogor, jika bagi manusia tempat itu adalah stasiun kereta maka bagi Daniel tempat itu bagaikan rumah dan markas besar.
Manusia yang telah mati dalam insiden kecelakaan, bunuh diri, atau apapun yang disengaja ataupun tak terduga berkumpul disini, tempat ini disebut dunia roh.
Tetapi bukan sebagai tempat roh atau makhluk halus yang selama ini manusia ketahui. tempat ini berada di alam bawah sadar manusia dan tak terjangkau pikirkan manusia saat sedang sadar.
Daniel tidak bisa menolak keinginan ayahnya meskipun itu akan menyakiti banyak pihak yg tidak menyukainya, jelas akan banyak pihak yg tidak menyukai jika pimpinannya baru berusia 11 tahun.
Bahkan adiknya pun cemburu akan hal itu, adiknya merasa sang ayah telah tidak adil dan pilih kasih, tapi Daniel tidak perduli ia tidak berminat pada apapun di dunia mati itu.
"Kau harus serius, besok aku akan mengenalkan seseorang yang akan melatihmu bertarung" sang ayah menatap anaknya yg bermalas-malasan saat latihan.
"Kenapa aku perlu berlatih ? Untuk apa ?"
Ucap Daniel dengan nada sedikit kesal.
"Kau akan jadi pemimpin dan hampir lebih dari 1.000 orang akan tunduk dibawah perintahmu, kau akan memimpin orang-orang itu dan membimbing mereka dalam tugas mengisi kereta-kereta" sang ayah menjelaskan
"Kereta ? Ayah kereta itu bergerak dengan mesin, kita tak perlu tinggal didalamnya"
"kereta itu akan lebih hidup saat kita berada didalamnya dan hanya sedikit manusia yang bisa merasakannya" jelas sang ayah. Daniel diam tak membantah ayahnya lagi.
"Aku akan mengajakmu memilih sendiri kereta yang akan kau tinggali, ayolah"
Daniel mengikuti ayahnya hanya sekejap mereka tiba di Dipo Depok, kumpulan kereta berjajar dari KRL (kereta rel listrik) hingga KRD (kereta rel diesel).
Beberapa dari kereta itu menyapa sang ayah yang saat ini masih menjadi pemimpin "Tuan, sedang apa yang membawa anda ke sini ?" Kereta KRD bertanya.
"Aku akan mengajak Daniel memilih kereta pertamanya" jawab sang ayah simpel. Kemudian daniel berdiri di depan belasan kereta yg sejajar dalam satu garis.
"Tidak ada yang aku suka" gumam Daniel pelan. "Baiklah mari kita beralih ke tempat lain" ajak sang ayah. Setelah itu mereka pergi ke stasiun Manggarai. Daniel terpaku pada satu kereta berjenis KRL. Dengan seksama ia memperhatikan seluruh bagian permukaan kereta itu. Sang ayah tersenyum karena ia tau itu adalah kereta peninggalannya.
"Aku suka yang ini ayah, aku akan pakai ini " Daniel menunjuk sebuah kereta berjenis KRL BN HOLEC berwarna biru pada kabin masinisnya, dengan body full silver alumunium serta strip berwarna oranye di setiap gerbongnya.
"Pilihan bagus, kereta ini baru hadir sekitar 1994 jadi mesinnya masih lumayan bagus" penjelasan sang ayah membuat Daniel tersenyum kembali memperhatikan dengan seksama kereta itu. "Dan kau akan berganti nama sesuai dengan nomor kereta ini" ucapan sang ayah yg terakhir membuat Daniel sedikit terkejut dan menatap sang ayah pasrah.
"Kode namamu adalah 477" ucap sang ayah mantap.
Malam itu sang ayah mengumpulkan semua ketua dari masing masing kelompok kereta, terdapat 4 buah kelompok : KRL ekonomi, KRL express, KRD (langsam), dan kereta barang.
"Hari ini aku akan menyampaikan berita penting, mungkin ada sebagian dari kalian yang sudah mengetahuinya" sang ayah diam sejenak dan memperhatikan wajah pengikutnya dengan seksama kemudian, melanjutkan "aku akan menunjuk Daniel anakku sebagai pemimpin selanjutnya"
semua orang terkejut dan berbisik-bisik kemudian salah seorang anggota KRL express berteriak lantang
"Aku tidak setuju ! Dia masih 11 tahun dia tidak bisa memimpin"
"Aku tau, karena itu dia akan tetap berada dalam bimbinganku"
"Kami tetap tidak setuju" bantahnya
"Kalau begitu kau harus mengalahkannya" ucap sang ayah dengan nada enteng.
Daniel menatap ayahnya sebentar kemudian tatapan nya beralih ke orang yg hendak melawan keputusan itu.
"Aku akan melawannya" jawab orang itu dengan lantang. Daniel tersenyum senang ia tidak bisa menghentikan darah yg tiba-tiba bergejolak dalam dirinya dia mulai berdiri dan tiba-tiba seseorang dari anggota KRD yg seumur dengan Daniel mengampiri anggota express itu dan berbisik.
"Kau sudah gila ! dia adalah anak terkenal yang membunuh ketua sirkus dan 2 singa saat berumur 9 tahun, itu terjadi 2 tahun lalu"
"Memangnya aku takut" jawab sang penantang itu agak kencang.
"Hal itu terjadi ketika tuan pemimpin belum mengangkatnya sebagai anak, dan ketika anak itu belum punya pengalaman berlatih sama-sekali" lanjutnya.
Seketika mata penantang tersebut menunjukkan ekpresi terkejut tangannya bergetar tapi egonya tetap membuat ia berdiri. "Aku akan tetap maju" jawabnya pelan.
"Siapa namamu?" Tanya pemimpin
"Aku Lukman kode namaku 211"
"Daniel perkenalan dirimu" perintah sang ayah.
Daniel berjalan mendekati 211, ia tersenyum dan memandang lawannya dengan seksama menyusuri kaki hingga ujung kepala.
"Namaku 477, akan aku pastikan kau ingat itu"
211 mengambil posisi kuda-kuda tinju ia mulai siaga mengitari 477, dan bersiap mencari celah untuk menyerang.
Kelompok express bersorak menyemangati, mereka berpikir positif 211 yang berumur 18 tahun akan menang dalam pertandingan itu, sementara kelompok lain diam seribu bahasa dan hanya menyaksikan.
211 melayangkan tinju mengarah pada wajah 477 kemudian 477 menghilang dengan kecepatan tinggi berada memunggungi 211 dan menyerang leher belakangnya. Seketika 211 jatuh tersungkur menahan sakit memegang lehernya. Semua orang terkejut dan menatap Daniel dengan perasaan bingung.
"bagaimana kau melakukan itu ? Kau menghilang dan muncul di tepat di belakangnya, apa kau belajar sihir ?" tanya seseorang dari kelompok KRL ekonomi. Daniel diam memandangi orang itu dan menyernyitkan dahinya bingung.
"Kau tidak lihat bagaimana aku bergerak ?" Daniel bertanya
semua orang terkejut dan menatap Daniel dengan pandangan takjub
"Hahaha dia sudah seperti itu ketika aku bertemu dengannya, aku menyebutnya kecepatan dewa. Dia hampir setara dengan Andre" perkataan pemimpin membuat semua orang bergidik karena mereka mengenal siapa Andre sebenarnya. Andre adalah kaki tangan sang pemimpin yg di kenal dengan nama "sang penghukum" tugasnya adalah menghukum semua anggota pengikut ayahnya yg membuat masalah. Dia terkenal tegas dan sangat keras.
"Jadi masih ada yang keberatan dengan keputusanku ?" Tanya sang pemimpin kembali menegaskan.
"Tidak pemimpin" jawab mereka serempak.
"Aku keberatan" seseorang muncul dari belakang pemimpin. Dia berjalan menghampiri 477 dan berdiri tepat di depannya "karena aku juga punya kesempatan untuk jadi pemimpin" ucapnya tegas.
"Jelaskan padanya 477" ucap sang ayah sambil menahan senyum
"Yang lain bubar dan kembali ke markas" lanjut sang pemimpin sambil pergi berlalu.
477 mendesah dan menatap orang itu kemudian menepuk bahunya sambil berkata "kau tanya ayahmu kenapa dia pilih aku, karena sejujurnya aku tidak berminat sama sekali untuk menjadi pemimpin" 477 berlalu sambil meninggalkan orang itu, dia adalah adik kandungnya yang bernama David.
Manusia yang telah mati dalam insiden kecelakaan, bunuh diri, atau apapun yang disengaja ataupun tak terduga berkumpul disini, tempat ini disebut dunia roh.
Tetapi bukan sebagai tempat roh atau makhluk halus yang selama ini manusia ketahui. tempat ini berada di alam bawah sadar manusia dan tak terjangkau pikirkan manusia saat sedang sadar.
Daniel tidak bisa menolak keinginan ayahnya meskipun itu akan menyakiti banyak pihak yg tidak menyukainya, jelas akan banyak pihak yg tidak menyukai jika pimpinannya baru berusia 11 tahun.
Bahkan adiknya pun cemburu akan hal itu, adiknya merasa sang ayah telah tidak adil dan pilih kasih, tapi Daniel tidak perduli ia tidak berminat pada apapun di dunia mati itu.
"Kau harus serius, besok aku akan mengenalkan seseorang yang akan melatihmu bertarung" sang ayah menatap anaknya yg bermalas-malasan saat latihan.
"Kenapa aku perlu berlatih ? Untuk apa ?"
Ucap Daniel dengan nada sedikit kesal.
"Kau akan jadi pemimpin dan hampir lebih dari 1.000 orang akan tunduk dibawah perintahmu, kau akan memimpin orang-orang itu dan membimbing mereka dalam tugas mengisi kereta-kereta" sang ayah menjelaskan
"Kereta ? Ayah kereta itu bergerak dengan mesin, kita tak perlu tinggal didalamnya"
"kereta itu akan lebih hidup saat kita berada didalamnya dan hanya sedikit manusia yang bisa merasakannya" jelas sang ayah. Daniel diam tak membantah ayahnya lagi.
"Aku akan mengajakmu memilih sendiri kereta yang akan kau tinggali, ayolah"
Daniel mengikuti ayahnya hanya sekejap mereka tiba di Dipo Depok, kumpulan kereta berjajar dari KRL (kereta rel listrik) hingga KRD (kereta rel diesel).
Beberapa dari kereta itu menyapa sang ayah yang saat ini masih menjadi pemimpin "Tuan, sedang apa yang membawa anda ke sini ?" Kereta KRD bertanya.
"Aku akan mengajak Daniel memilih kereta pertamanya" jawab sang ayah simpel. Kemudian daniel berdiri di depan belasan kereta yg sejajar dalam satu garis.
"Tidak ada yang aku suka" gumam Daniel pelan. "Baiklah mari kita beralih ke tempat lain" ajak sang ayah. Setelah itu mereka pergi ke stasiun Manggarai. Daniel terpaku pada satu kereta berjenis KRL. Dengan seksama ia memperhatikan seluruh bagian permukaan kereta itu. Sang ayah tersenyum karena ia tau itu adalah kereta peninggalannya.
"Aku suka yang ini ayah, aku akan pakai ini " Daniel menunjuk sebuah kereta berjenis KRL BN HOLEC berwarna biru pada kabin masinisnya, dengan body full silver alumunium serta strip berwarna oranye di setiap gerbongnya.
"Pilihan bagus, kereta ini baru hadir sekitar 1994 jadi mesinnya masih lumayan bagus" penjelasan sang ayah membuat Daniel tersenyum kembali memperhatikan dengan seksama kereta itu. "Dan kau akan berganti nama sesuai dengan nomor kereta ini" ucapan sang ayah yg terakhir membuat Daniel sedikit terkejut dan menatap sang ayah pasrah.
"Kode namamu adalah 477" ucap sang ayah mantap.
Malam itu sang ayah mengumpulkan semua ketua dari masing masing kelompok kereta, terdapat 4 buah kelompok : KRL ekonomi, KRL express, KRD (langsam), dan kereta barang.
"Hari ini aku akan menyampaikan berita penting, mungkin ada sebagian dari kalian yang sudah mengetahuinya" sang ayah diam sejenak dan memperhatikan wajah pengikutnya dengan seksama kemudian, melanjutkan "aku akan menunjuk Daniel anakku sebagai pemimpin selanjutnya"
semua orang terkejut dan berbisik-bisik kemudian salah seorang anggota KRL express berteriak lantang
"Aku tidak setuju ! Dia masih 11 tahun dia tidak bisa memimpin"
"Aku tau, karena itu dia akan tetap berada dalam bimbinganku"
"Kami tetap tidak setuju" bantahnya
"Kalau begitu kau harus mengalahkannya" ucap sang ayah dengan nada enteng.
Daniel menatap ayahnya sebentar kemudian tatapan nya beralih ke orang yg hendak melawan keputusan itu.
"Aku akan melawannya" jawab orang itu dengan lantang. Daniel tersenyum senang ia tidak bisa menghentikan darah yg tiba-tiba bergejolak dalam dirinya dia mulai berdiri dan tiba-tiba seseorang dari anggota KRD yg seumur dengan Daniel mengampiri anggota express itu dan berbisik.
"Kau sudah gila ! dia adalah anak terkenal yang membunuh ketua sirkus dan 2 singa saat berumur 9 tahun, itu terjadi 2 tahun lalu"
"Memangnya aku takut" jawab sang penantang itu agak kencang.
"Hal itu terjadi ketika tuan pemimpin belum mengangkatnya sebagai anak, dan ketika anak itu belum punya pengalaman berlatih sama-sekali" lanjutnya.
Seketika mata penantang tersebut menunjukkan ekpresi terkejut tangannya bergetar tapi egonya tetap membuat ia berdiri. "Aku akan tetap maju" jawabnya pelan.
"Siapa namamu?" Tanya pemimpin
"Aku Lukman kode namaku 211"
"Daniel perkenalan dirimu" perintah sang ayah.
Daniel berjalan mendekati 211, ia tersenyum dan memandang lawannya dengan seksama menyusuri kaki hingga ujung kepala.
"Namaku 477, akan aku pastikan kau ingat itu"
211 mengambil posisi kuda-kuda tinju ia mulai siaga mengitari 477, dan bersiap mencari celah untuk menyerang.
Kelompok express bersorak menyemangati, mereka berpikir positif 211 yang berumur 18 tahun akan menang dalam pertandingan itu, sementara kelompok lain diam seribu bahasa dan hanya menyaksikan.
211 melayangkan tinju mengarah pada wajah 477 kemudian 477 menghilang dengan kecepatan tinggi berada memunggungi 211 dan menyerang leher belakangnya. Seketika 211 jatuh tersungkur menahan sakit memegang lehernya. Semua orang terkejut dan menatap Daniel dengan perasaan bingung.
"bagaimana kau melakukan itu ? Kau menghilang dan muncul di tepat di belakangnya, apa kau belajar sihir ?" tanya seseorang dari kelompok KRL ekonomi. Daniel diam memandangi orang itu dan menyernyitkan dahinya bingung.
"Kau tidak lihat bagaimana aku bergerak ?" Daniel bertanya
semua orang terkejut dan menatap Daniel dengan pandangan takjub
"Hahaha dia sudah seperti itu ketika aku bertemu dengannya, aku menyebutnya kecepatan dewa. Dia hampir setara dengan Andre" perkataan pemimpin membuat semua orang bergidik karena mereka mengenal siapa Andre sebenarnya. Andre adalah kaki tangan sang pemimpin yg di kenal dengan nama "sang penghukum" tugasnya adalah menghukum semua anggota pengikut ayahnya yg membuat masalah. Dia terkenal tegas dan sangat keras.
"Jadi masih ada yang keberatan dengan keputusanku ?" Tanya sang pemimpin kembali menegaskan.
"Tidak pemimpin" jawab mereka serempak.
"Aku keberatan" seseorang muncul dari belakang pemimpin. Dia berjalan menghampiri 477 dan berdiri tepat di depannya "karena aku juga punya kesempatan untuk jadi pemimpin" ucapnya tegas.
"Jelaskan padanya 477" ucap sang ayah sambil menahan senyum
"Yang lain bubar dan kembali ke markas" lanjut sang pemimpin sambil pergi berlalu.
477 mendesah dan menatap orang itu kemudian menepuk bahunya sambil berkata "kau tanya ayahmu kenapa dia pilih aku, karena sejujurnya aku tidak berminat sama sekali untuk menjadi pemimpin" 477 berlalu sambil meninggalkan orang itu, dia adalah adik kandungnya yang bernama David.