Rabu, 30 November 2016

Percakapan dan wawancara

Percakapan dan wawancara 1.
Saat chapter "andre"
Aku : jadi apa cerita nya persis seperti aslinya ?
477 : sebenarnya hampir, hanya saja saat itu aku benar-benar kalah telak oleh ka andre tanpa perlawanan sedikitpun. Jadi sebenernya gak ada adegan kerah baju robek dan teriak minta ia melepaskanku.
Aku : kau benar-benar kalah dalam sekali pukul
477 : itu kan dulu, sekarang dia tidak punya kesempatan sama sekali
Aku : dasar egois, kalah gak mau ngaku
477 : hahaha
Percakapan dan wawancara 2
Saat chapter "pemimpin yang dibenci"
477 : tolong jangan buat kisah cintaku dan juli seperti itu (muka memohon)
Aku : kenapa ? Memang seperti itu kan ?
477 : aku bukan tipikal yang akan menggoda cewe duluan
Aku : Oh yaa ? (masang muka gak percaya) lalu maksudmu aku menggodamu duluan begitu ?
477 : hehehe (terkekeh) tidak itu aku yang mulai, aku menyukaimu duluan
Percakapan dan wawancara 3
Chapter yang (belum mulai)
477 : aku tidak sabar menantikan cerita saat kau bertemu denganku pertama kali
Aku : 486 duluan
477 : aku tau, tapi buktinya kau milikku sekarang
Aku : itu karena kau curang 477
477 : curang bagaimana ?
Aku : pokoknya curang
Percakapan dan wawancara 4
Aku : apa kau pernah melawan ayahmu ?
477 : tidak pernah, aku takut padanya. Hmm sebenarnya lebih ke dalam rasa hormat ehh tetapi aku juga takut padanya
Aku : (menatap heran) jadi belum pernah ?
477 : belum, tetapi dia sering memaksaku berkali-kali untuk tanding dan aku memilih kabur saja
Aku : (tertawa)

Kamis, 24 November 2016

Andre

Pagi itu suasana tegang menyelimuti markas besar bogor. Banyak yang berkerumun disekitar markas, mereka menyaksikan kejadian yang tak terduga dan cukup membuat mereka terkejut dan begitu juga 477.
Pikirannya tak karuan setelah melihat luka lebam dan darah disekujur tubuh adiknya yang tak sadar. matanya memicing tajam menatap orang-orang didepannya yang sedang berburu nafasnya.

"Siapa yang melakukan ini ?" Tanyanya dengan pandangan menusuk. dan tiga orang didepannya maju ke hadapan 477 berbicara dengan nafas berat.
"Kami yang melakukannya" ucap salah satu diantaranya. tubuh mereka bertiga jauh lebih tinggi dari 477 yang ketika itu masih 13 tahun.
"Beraninya kalian" teriaknya keras.
Dengan cepat satu hantaman keras mendarat di wajah orang yang berbicara sebelumnya. tubuhnya mundur satu meter sebelum akhirnya jatuh tersungkur.
Dua orang sisanya siaga mengambil ancang-ancang dan bersiap menghadapi 477. Tetapi mereka kalah dalam kecepatan dan akhirnya ikut jatuh tersungkur. 918 yang sebelumnya terpaku karena shock mulai sadar dan tau apa yang harus dilakukannya. Ia berlari mengejar 477 yang sedang mencari sasaran dari kelompok ekpress lainnya, dan dengan cepat menarik lengan 477 dan menghentakannya cukup kencang.

"Cukup 477, tenanglah" ucap 918
"Jangan ikut campur" balas 477 seraya menarik tangannya dari genggaman 918 dengan kencang.
"Kau akan membuat masalahnya jadi rumit" ucap 918 dengan nada menasehati.
Tetapi 477 tidak mendengarkan dan kembali maju mengejar anggota ekpress yang lain, sampai ia berhasil menarik salah satu diantara mereka dan menyeretnya sepanjang jalan ketika ia hendak melayangkan satu pukulan terakhir tiba-tiba tubuhnya terlempar ke pojok markas dengan keras, kepalanya membentur tiang yang terbuat dari tembok dan ia jatuh tersungkur ke tanah.
Orang-orang shock dan hanya menatapnya ngilu begitu juga 918 yang tak bisa berbuat apa-apa.
Ditengah kebingungannya 477 membuka matanya dan melihat siapa yang berdiri didepannya. seseorang dengan berbadan lebar dan tinggi menatapnya tajam. Orang itu menarik kerah 477 dan membuatnya melayang diudara.
"Siapa kau ?, Apa yang kau lakukan, cepat lepaskan aku" ucap 477 dengan keras. Orang itu tidak menyahut dan mendorong tubuh 477 ke tembok.
"Kau berada diwilayahku, jangan berani berkata seperti itu padaku" ucap orang itu kemudian.
"Cepat lepaskan aku atau aku akan menghajarmu" balas 477 lagi.
"Coba saja" tantang orang itu. 477 berusaha melepaskan cengkraman kerahnya dari orang itu tetapi semakin ia berusaha lehernya terasa sakit hingga akhirnya ia merobek kerah bajunya untuk meloloskan diri dari orang itu.
477 telah lepas ia mundur beberapa meter dari orang tersebut.
Ia sadar akan aura yang tidak biasa dari orang tersebut, 477 siaga dan mencoba berkonsentrasi pada pertarungannya, ia mengacuhkan orang-orang disekitarnya dan fokus untuk mencari celah dan kelemahan lawannya. Kemudian ia bergerak secepat kilat berlari ke belakang lawannya dan mencoba  melayangkan pukulan untuk menghantam kepala orang tersebut, tetapi orang tersebut dengan cepat berbalik mengikuti pergerakan 477 dan bergerak secepat kilat kebelakang 477 kemudian hantaman keras didaratkan pada tengkuknya. Seketika 477 jatuh tersungkur dalam keadaan tengkurap. Pandangannya kabur dan tenaganya untuk bangkit menghilang seketika. kemudian orang itu menarik kerah belakang 477 dan menyeret 477 yang setengah sadar ke pojok tembok markas.
"kau bilang akan menghajarku bukan ?" Ledeknya pada 477 yang menatapnya dengan pandangan lemah. Orang itu kembali mengangkat 477 ke udara, kali ini ia mencengkeram lehernya secara langsung. 477 kesulitan bernafas dan tubuhnya bergetar kejang.
"Kumohon hentikan" teriak juli yang tiba-tiba berlari menghampiri. 918 ikut menghampiri dan memegang tangan orang itu dengan pandangan memohon.
"Hentikan Andre" suara Aris terdengar dan langkah kakinya membuat susasana hening. Seketika orang yang dipanggil andre tersebut melepaskan cengkraman pada leher 477. Dan 477 pun jatuh tersungkur tak sadarkan diri.

Langit telah gelap ketika 477 membuka matanya, ia berada dikamarnya dan terkejut dengan posisi duduk, disebelahnya David tertidur dan lukanya telah diperban. 477 melangkah keluar kamar dan mendapati Ayahnya sedang mengobrol dengan orang yang mengalahkannya tadi pagi. tetapi anehnya 477 tidak merasa dendam, ia berjalan ke arah Ayahnya dan berdiri disampingnya.
"Maafkan aku yang telah lepas kendali ayah" ucapnya sambil menundukkan kepala.
Ayahnya bangkit berdiri dan menatap 477 dengan tatapan yang tak bisa ditebak. kemudian tangan nya melayang menampar 477 dengan keras. dan 477 tak bergeming ia diam menerima tamparan tersebut.
"Aku menjadikkanmu pemimpin bukan untuk melihat kau bertindak sesuka hatimu" ucap Ayahnya dengan nada menghakimi.
"Aku mengerti ayah" balas 477
"Baiklah" sang ayah menepuk pundak 477 dengan pelan dan kembali duduk di kursinya.
"Dia andre, dia akan melatih mu bertarung, hormati dia" ucap sang ayah.
"Baik Ayah" jawab 477 dan menundukan kepalanya sambil menatap andre.
"Maaf aku bersikap kasar padamu" ucap andre sambil tersenyum.
"Itu kesalahanku, mohon bimbinganmu" balas 477 tulus. Andre mengangguk pelan dan 477 undur diri untuk kembali ke kamarnya.
Dalam pikirannya terbayang pertarungan nya melawan andre yang tak seimbang.
Didepan pintu kamarnya berdiri 918 terseyum sambil bersedekap.
"Jadi boss ?" Ucapnya dengan nada meledek.
"Aku akan menunjukan padamu ketika aku menghajarnya suatu saat nanti" ucap 477 sambil tersenyum. Kemudian mereka tertawa dan mengobrol sampai larut.

Selasa, 22 November 2016

Pencarian

Cuaca terlihat cerah hari ini, dan sebagian mungkin berpikir terlalu terik dan menyengat.
Penghuni di markas sedikit lebih ramai dari biasanya dikarenakan cuaca terik yg cukup membuat mereka enggan untuk keluar, termasuk 918 dan teman-teman satu kelompok KRD.
Sekilas terlihat biasa saja tetapi tidak ada yang sadar jika 918 sedang siaga penuh, ia memasang telingangnya lebar lebar mendengarkan pembicaraan orang-orang mengenai insiden pemukulan pemimpin baru mereka. Namun ekpresi 918 cukup sulit ditebak, tak ada seorangpun yang tau apa yang sedang berkecamuk dalam kepalanya.
"Ehemmm..." Terdengar suara dehaman pelan dari arah belakang, 918 segera menoleh dan mendapati david di seberang markas yang sedang memberikan aba-aba untuk mendatanginya. Kemudian ia bangkit meninggalkan kerumunan teman-temannya.
"Ada apa ?" Tanya 918 pelan
"Ini memang belum pasti tapi perasaanku mengatakan pelakunya berasal dari kelompok ekspress" bisik david pelan. 918 menaikkan alisnya tanda bingung dan david segera melanjutkan
"Kau ingat lukman dengan kode 211 yang dikalahkan 477, ternyata ia berasal dari kelompok ekpress"
"Aku tau itu" balas 918 seraya memegang bahu david dan mengajaknya berbalik membelakangi markas.
"Aku berpikiran sama denganmu, maka dari itu aku tetap dimarkas dan menyelidiki pembicaraan mereka diam-diam"
"Kenapa tidak langsung menjelaskan tujuan kita, mereka juga tau tentang insiden itu" david sedikit menekankan nada suaranya
"Benar, tapi 477 memintaku untuk menyelidiki diam-diam tanpa kecurigaan sedikitpun" jelas 918. Ketika david hendak membalas perkataannya 918 kembali melanjutkan
"Dengar david kita tidak boleh bertindak sembarangan, jika mereka tau kita sedang menyelidiki insiden itu maka pelaku diantara mereka akan bertindak dengan hati-hati seolah tidak bersalah. tetapi, jika penyelidikan kita tidak diketahui pelaku akan berpikir kasus ini tidak begitu berarti dan ada kemungkinan dia akan menyerang 477 lagi, saat itulah kita akan menyergap dia" jelas 918
"Kau ingin 477 terkena serangan untuk kedua kalinya ? Hah " suara david sedikit terdengar lebih kencang dari yg seharusnya, dia menjadi sedikit emosi ketika mendengar penjelasan 918.
"Ini rencana 477, jika kau keberatan lebih baik kau tanyakan dia saja" 918 menepuk bahu david seraya berbalik meninggalkan david dan kembali ke kelompoknya.
"Aku benar-benar menyesal karena pergi sebelum kau siuman" Juli yang saat itu sedang mengikuti 477 bertugas kembali pada kebiasaannya mengayunkan kaki di salah satu tempat duduk.
"Aku tau" jawab 477
"Tau apa maksudmu ?" Tanya Juli
"Kau menyesal karena mungkin saja itu salahmu, mungkin ada yang cemburu melihat kita berdua" balas 477 terselip nada canda.
"Kau berpikir seperti itu ? " Juli kaget bercampur bingung tatapannya berubah serius.
"Mungkin saja" jawab 477
"Apa kau marah pada orang yg memukulmu ?" Suara Juli terdengar sedikit hati-hati.
"Sebaliknya justru aku merasa berterima kasih"
"Berterimakasih untuk apa ?"
"Jika ia tidak melakukan itu mungkin kau tidak akan hadir hari ini untuk mengkhawatirkan aku" balas 477 dengan nada meledek. Juli tertawa ringan dan raut wajahnya kembali hangat.
Juli menemani 477 bertugas sampai selesai dan Mereka kembali ke markas pukul 7 malam.
"Baiklah mungkin aku akan menemanimu lagi besok" ucap Juli sebelum benar-benar pergi.
"Sebaiknya iya, jika tidak mungkin aku akan seharian menunggumu" balas 477, ia tak sadar kata-kata tersebut mengalir secara alami dari mulutnya. Juli tersenyum mengangguk
"Aku benar-benar mengkhawatirkanmu loh" ucapnya dan ia menghilang pergi.
"Aku butuh penjelasan" 477 melirik david yang kemudian duduk di sampingnya.
"Apa?" Tanya 477 bingung
"Kenapa tidak selidiki secara terang-terangan agar tidak banyak membuang waktu ?"jelas david seraya menatap 477 tajam.
"Kenapa yaa ? Hmmm aku mungkin hanya ingin bermain-main terlebih dahulu" jawab 477
"Bermain-main ?"tanya david dengan nada tidak percaya
"Oh aku tau kau tidak punya waktu karena sibuk berpacaran" nada suara david terdengar sedikit kesal.
"Untuk apa kau bersikeras dengan semua ini ? Bukankah kau tidak peduli padaku ?" Ledek 477 pelan dan membuat David tak bisa berkata-kata. Kemudian 477 berdiri dan merapikan celananya.
"Satu lagi jangan campuri urusan pribadiku" lanjut 477 dengan nada dingin seraya pergi meninggalkan adiknya sendirian. Ia tidak tau jika kata-kata terakhirnya begitu menusuk dan membuat hati david terluka. Dan hal itu menjadi alasan akan insiden yang akan terjadi esok hari.
"477 aku punya kabar buruk" 918 terdengar panik.
"Ada apa ? tanya 477 sedikit acuh
"David di pukuli anggota ekspress, karena memaksa mencari pelaku di kelompok mereka"
Jelas 918 yang membuat 477 terkejut tak percaya.

Rabu, 03 Agustus 2016

pemimpin yang dibenci

Pagi itu 477 sudah berada dalam tubuh barunya yaitu KRL BN Holec berwarna biru yang sedang bersarang dimanggarai. ia mulai mencoba untuk terbiasa dengan besi bermodel centipede itu. ayah nya tidak ada disana untuk menemani percobaan pertamannya. masinis mulai membunyikan klakson tanda untuk bersiap berangkat ke serpong. kereta masih sangat kosong karena saat itu masih pukul 5 pagi. kemudian 477 sadar bahwa salah satu dari dirinya dengan sosok anak perempuan memakai dress berwarna gading naik ke dalam kereta.


 JULI


"kau gugup ?" tanya anak perempuan itu dengan lembut. ia sudah duduk dan mengguncang-guncang kakinya yang tidak menyentuh lantai.
"kenapa aku harus gugup " jawab 477 sedikit kesal. kemudian anak perempuan itu tertawa lembut.
"kau 477 kan ? aku mendapat tugas untuk menemanimu pada percobaan pertama ini" ucap anak perempuan itu sambil tersenyum. "ngomong-ngomong namaku juli" lanjutya lagi.
"siapa yang menugaskanmu ? tanya 477 dengan sedikit penasaran.
"diriku sendiri" jawab juli dengan mantap.
"hah ?" nada suara 477 mulai terdengar jengkel.
"aku memperhatikanmu saat peristiwa bertarungmu, sepertinya aku tertarik padamu.. hehehe" ucap juli sambil terkekeh. 477 tidak menjawab dan mulai berkonsentrasi karena kereta mulai berjalan. hanya terdapat delapan orang penumpang saat itu dari lima gerbong yang ada.
"bagaimana ? menyenangkan bukan ? ini adalah satu-satunya cara kita berinteraksi dengan para manusia secara langsung " juli turun dari kursi kereta dan meranjak ke arah pintu masuk. angin berhembus menerpa wajahnya yang putih dan membuat rambut panjang coklatnya berkibar.
"kau bisa jatuh " ucap 477 secara spontan.
"kau mengkhawatirkan aku ? hahaha 477 aku tidak akan mati, maksudku didunia kita tidak ada istilah mati" juli tertawa terbahak. 477 kemudian tersadar dan merasa bingung dengan ucapan spontannya. "lalu apa istilahnya ?" tanya 477 untuk melupakan perasaan bingungnya.
"kita biasa menyebutnya menghilang, itu karena kita tidak merasakan kematian seperti para manusia" jelas juli sambil mengubah posisi berdirinya ke arah kereta berjalan.
"hmmmm..."477 hanya bergumam menunjukan tanda mengerti.
"sepertinya kau akan terbiasa jagoan, jadi aku sampai sini saja" juli turun melompat ke peron saat 477 mulai memasuki stasiun sudirman.
"kau akan kembali ke markas ? tanya 477 sebelum juli melakukan transport cepat.
"benar" juli tersenyum lebar dan berbalik meninggalkan peron. dress gadingnya berkibar terhembus angin pagi. kemudian ia berbalik sebentar menatap 477
"477..." panggilnya dengan suara pelan. 477 diam memperhatikan
"waktu itu kau benar-benar keren sekali " ucapan juli membuat 477 sedikit tercenggang, tapi beberapa detik kemudian ia tersenyum tulus.
"semoga kita bertemu lagi" ucap 477 tulus.
"kita pasti bertemu lagi" ucap juli sebelum akhirnya menghilang.

Tak terasa beberapa stasiun sudah terlewati dan 477 sudah memasuki stasiun tanah abang, penumpang mulai membeludak memasuki kereta dan untuk pertama kalinya 477 merasa risih karena banyak sekali tangan yang memegang tubuh besinya. kemudian sebuah KRD  memasuki jalur empat tak jauh dari jalur enam tempat 477 berada.
"halo boss pemimpin" dari nada suaranya kereta yang satu ini sangat bersahabat.
"jangan panggil aku begitu" tolak 477 dengan suara dingin
"baiklah 477, kau ingat aku ?" tanyanya dengan nada riang.
"tentu saja, kau yang waktu itu memperingatkan lawan bertarungku 211, tapi aku tak tau namamu" balas 477. nada suaranya melunak.
"kau akan tau sebentar lagi" jawab KRD itu menahan tawa. 477 terdiam dan memikirkan apa maksud perkataannya. sampai kemudian speaker pemberitahuan berbunyi.
"JALUR EMPAT AMAN SILAHKAN BERANGKAT, KA MASINIS 918 DIPERSILAHKAN BERANGKAT" 918 mulai bergerak dan meninggalkan jalur empat perlahan, 477 tertawa pelan sambil menatap 918 dengan seksama.
"jadi bagaimana perasaan sentuhan manusia ?" 918 menahan senyum. 477 menangkap nada meledek pada suaranya dan membalas "rasanya seperti tubuhmu ditempeli bekicot" 477 menghela nafas dan tersenyum kemudian.
"kalau begitu aku punya saran untukmu 477" ucap 918 dengan nada serius. dan ia sudah berada sangat jauh meninggalkan peron.
"apa ?"477 mendengarkan
"anggap saja mereka semua cewe-cewe yang sedang merabamu..wahahaha" 
"kuhajar kau 918" teriak 477 dan akhirnya dia ikut tertawa terbahak. dalam pikirannya adalah ia menemukan seseorang yang akhirnya mampu membuatnya sedikit lebih hidup.
"bercanda boss"teriak 918 dan akhirnya menghilang dikejauhan.

percobaan pertama 477 terbilang lancar, hanya sesekali terdapat anggota express yang mencemoohnya karena tidak senang sebagai pemimpin. 477 hanya mengacuhkan mereka dan menikamti perjalanan pertamanya dengan perasaan senang, sebelumnya ia berpikir mengisi kereta adalah hal yang membosankan ternyata ia salah besar, walaupun perasaan sentuhan tidak menyenangkan untuknya tetapi itu membuatnya terasa hidup dan menjadi bagian dari kehidupan manusia. dan ia tidak akan melupakan pengalaman berharganya itu.

hari menjelang malam dan 477 sudah berada dimarkas dan duduk menikmati malam yang mulai dingin. terdengar suara langkah kaki dan ia mulai siaga dan mencari asal suara itu. tak lama kemudian juli muncul dari kegelapan dan terseyum simpul. 477 balas tersenyum dan memperhatikannya dengan seksama sampai juli benar-benar berada didepannya.
"kau pemimpin sekarang, harusnya kau memiliki pengikut bersamamu" ucapnya sambil menatap mata 477
"aku tidak perlu itu'' balas 477 santai.
"kau rindu padaku?" pertanyaan juli membuat 477  menilai bahwa dia sebagai orang yang terbuka dan jujur.
"kenapa kau berpikir begitu ?"jawab 477 dengan bingung.
"entahlah, feeling saja" juli tersenyum lebar.
477 tidak dalam keadaan siaga saat seseorang muncul dibelakangnya dan memukul kepalanya dengan besi panjang kemudian orang itu menghilang. yang ia rasakan adalah darah hangat mengalir dan kepalanya sudah berada ditanah. samar-samar terdengar juli berteriak dan menangis kemudian , semua nampak gelap baginya.

"siapa yang berani melakukan ini ?" david duduk disamping 477 yang sedang tidak sadar. tangannya mengepal dan matanya terasa terbakar. ayahnya duduk disebrang menunduk sambil memegang kepala. tak jauh dari sana 918 berdiri dan hanya melihat keadaan, ekpresinya tidak dapat ditebak. 477 mulai membuka matanya dan melihat wajah adiknya dengan datar, ia kemudian duduk dan menyentuh perban yang terdapat dikepalanya.
"kau tidak lihat wajahnya 477 ?" tanya david sambil memandang kakaknya.
"tidak"balas 477. kemudian pandangan matanya berkeliling mencari sosok juli yang seharusnya ada saat itu. "juli sudah pulang setelah mengobatimu" ucap 918 sambil menghampiri 477
"david.. 918.. tinggalkan kami berdua. ada yang harus aku bicarakan dengan 477" sang pemimpin bangkit sambil mejulurkan tangan ke arah 477, 477 menyambut tangan ayahnya untuk membantunya berdiri.
"baik tuan pemimpin" 918 memberi hormat dan pergi. david tak bersuara dan mengikuti perkataan ayahnya.
"sepertinya keputusanku mengangkatmu sebagai pemimpin salah besar" ucap sang ayah pelan
"aku tidak berpikir begitu"sahut 477
"lihat apa yang terjadi"sang ayah menepuk bahu 477 dan pandangannya beralih ke arah langit
"ini tidak lebih buruk dari serangan singa"ucap 477. sang ayah tertawa getir.
"kita akan cari tahu siapa yang melakukan ini"sang ayah berbalik dan menatap lurus kedepan.
"tidak ayah.. aku yang akan mencari tahu sendiri" jawab 477 dengan nada yakin.
"kau yakin?"sang ayah terdengar ragu.
"aku pemimpinnya sekarang dan ayah harus percaya padaku" ucap 477 sambil menatap tajam ayahnya. sang ayah tersenyum simpul. "beristrirahatlah 477" sang ayah pergi berlalu. kemudian 918 terlihat dan berjalan mendekati 477
"serahkan padaku aku akan membawanya kehadapanmu" ucap 918 dengan nada dingin.
"benar.. aku tak bisa membiarkan orang yang akan membunuhku berkeliaran begitu saja" jawab 477 dengan kesal. ia tidak sadar bahwa nafsu membunuh kembali menyelimuti dirinya.


Senin, 01 Agustus 2016

Si hati dingin

Masa lalu
Malam itu udara terasa menusuk tulang. Seorang bocah duduk dibawah pohon diantara hutan yang lembab. Matanya tertutup dan kepalanya mendongak ke atas. kantuk mulai menyerang dirinya sampai tiba-tiba kesadaran nya kembali karena merasa ada aura besar disekitarnya. Dia berjongkok tangannya siaga melebar, matanya menelusuri setiap sisi pohon dan semak.
"Graumm" suara auman jelas terdengar, bocah itu sadar apa yang akan ia hadapi, kemudian dari semak muncul singa betina mendekatinya perlahan.
Aura membunuh singa itu tiba-tiba menghilang ketika ia menatap bocah itu kemudian ia merebahkan tubuhnya di depan bocah itu dengan kepala menyentuh tanah.
Bocah itu mengendurkan kewaspadaan nya dan menatap singa itu dengan tatapan kosong. kemudian ia kembali pada posisinya memejamkan mata dengan kepala menengadah ke atas.
Singa betina itu bangkit dan mulai mendekati bocah itu, tapi bocah itu tak bergeming dari posisinya.
Singa itu mulai menjilati tangan nya dan membuat bocah itu kembali membuka matanya.
"Apa yang kau mau ? Aku juga tidak punya makanan. Jangan berharap padaku" ucap bocah itu sambil menarik tangannya.
Singa itu mengapit celana bocah itu dengan giginya sambil menariknya dengan perlahan.
"apa lagi ?" tanya bocah itu jengkel.
Singa itu kembali mengaum dengan pelan sambil tetap menggigit celana sang bocah.
"baiklah aku akan ikut denganmu" seakan mengerti kemauan singa, bocah itu langsung berdiri dan menepak celananya.
Singa itu menunjukan jalan, bocah dan sang singa berjalan menyusuri hutan yang gelap. Selang beberapa waktu, samar-samar terdengar suara musik dan keramaian orang, serta terlihat cahaya dari kejauhan.
Kelompok sirkus terlihat dengan jelas, kandang dengan berbagai macam hewan sirkus berderet di sepanjang jalan. beberapa orang memainkan musik dengan celo dan gendang dan sebagian dari mereka bernyanyi dengan riang.
Sang singa menunjukan jalan memutari keramaian menuntun bocah itu pada sebuah tenda besar dan api unggun di depannya. Terlihat tiga orang pria sedang membakar daging, dan 2 orang tidur dengan posisi duduk. Dibelakang tenda terdapat sebuah kandang yang terpisah,
Di dalamnya terdapat anak singa dengan luka bius. Anak singa itu mengaum lemah ketika mendapati sang ibu datang mengendusnya.
Pandangan sang bocah menyusuri tanah disekitar nya lalu ia berjongkok mengambil batu besar. Kemudian ia menghantamkan batu itu ke gembok pada kandang singa, membutuhkan sampai 3 hantaman dan gembok itu berhasil dirusaknya. anak singa itu keluar dan menghampiri ibunya dengan lemah.
"Sedang apa kau ?" Seseorang muncul dan menarik kerah sang bocah kemudian 2 orang muncul memegangi kedua singa dengan sigap. Singa betina berontak dan melukai orang yang memeganginya sementara anaknya tak mampu melawan karena pengaruh obat bius.
Bocah itu di seret ke dalam tenda besar di dalamnya terdapat kursi panjang berwarna merah maron, di atasnya duduk pemilik sirkus dengan tubuh besar dan kulit gelap. disampingnya duduk anak kecil meringkuk dengan tubuh memar.
"Apa ini ?" Bentak pemilik sirkus. Suaranya menggelegar bak petir dan membuat orang-orang bermunculan masuk ke dalam tenda.
"Bocah ini membebaskan anak singa yang kita tangkap tadi siang" ucap pria berperawak cina yang menyeret sang bocah.
"Beraninya kau bocah sialan, belajar mencuri dimana kau ?" tatapan nya menusuk, ia memandang sang bocah dengan geram dan diambilnya golok dari belakang bangku dan mengarahkan pada wajah sang bocah.
"Kau adalah orang pengecut yang mencuri anak singa dari induknya" balas bocah itu dengan tatapan menantang.
"Rupanya mulutmu itu perlu diberi pelajaran, bawa dia kesini" pemilik sirkus gusar, sang bocah diseret tepat didepan kakinya yg besar. Kemudian ia menghantamkan tangan besarnya pada mulut sang bocah. Suara tamparan itu terdengar sangat keras, bersamaan dengan itu darah segar mengalir dari mulut dan hidung sang bocah.
Dua orang pria masuk dengan singa-singa yang dibius. mereka melemparkan singa itu ke tanah.
"Tapi aku berterima kasih, kau telah membawakan aku induknya hahahaha" tawanya menggelar dan membuat seisi tenda tersenyum penuh kemenangan.
"Bawa kesini anak singa itu kita tidak lagi memerlukan nya" anak singa yang tidak sadar di cengkram lehernya dan dibawa ke hadapan pemilik sirkus.
Pemilik sirkus mengeluarkan golok dari sarungnya dan dengan satu tebasan menggorok leher anak singa. Darah dari anak singa muncrat dan menciprati sang bocah yang kini sudah tidak dipegangi.
"Hahaha aku akan membunuhmu sekarang juga" ucap bocah itu, kemudian bocah itu bangkit dan merebut golok dari pemilik sirkus, dia melompat dengan tinggi dan satu hantaman golok mendarat di atas kepala pemilik sirkus. Darah segar muncrat ke tenda dan menutupi wajah sang bocah.
kejadian itu terjadi begitu cepat membuat seisi tenda panik dan terdiam beberapa detik, kemudian beberapa dari mereka berlari dan mencoba menangkap sang bocah.
"Tangkap bocah itu" seru salah satu pria yang berdiri di sudut kiri tenda.
Bocah itu berkelit dan lari melalui bagian bawah kursi dan keluar dibelakang tenda, sesaat sebelum itu ia memandang anak yang meringkuk di sudut tenda dengan tatapan kosong. Tatapan anak itu adalah rasa takut dan terkejut yang amat besar hal itu terbukti dengan matanya yang membelalak dan tubuhnya yang bergetar.
Sang bocah berlari mengitari tenda sambil mengecoh beberapa orang yang mengejarnya kemudian ia kembali memasuki pintu depan tenda dan menyambar induk singa yang tidak sadar.
Kemudian mereka berhasil menghilang diantara semak-semak.
Bocah itu kembali ke tempat semula dengan nafasnya yang memburu ia duduk dibawah pohon setelah meletakan induk singa di antara kakinya.
Tanpa diketahui tuan aris berada diatas pohon dengan dua orang rekannya yang memegang senapan angin. Sejak awal ia melihat bocah itu dari kejauhan dan memilih bersembunyi untuk memperhatikan. Salah seorang rekannya bersiap mengarahkan ujung senapan ke arah singa. Tuan Aris mengangkat tangan memberi tanda untuk menunggu.
Selang 1 jam induk singa tersadar dan mulai menggeram untuk mengamuk, sang induk sadar karena mencium darah anaknya yang tersibak dari wajah sang bocah.
Bocah itu memperhatikan tanpa berbuat apa-apa. Ia hanya menatap sang singa dengan datar. Induk singa menyerang dan menerkam tangan sang bocah, bersamaan dengan itu salah seorang rekan tuan aris sudah merasa yakin untuk menembak tetapi lagi-lagi tuan aris memberi tanda untuk menunggu. Tuan Aris sadar bahwa ada yang tidak beres dengan aura bocah tersebut. Aura bocah tersebut membuat singa itu ragu untuk menyerang.
"kau marah ?" ucap bocah itu pelan kemudian ia bangkit berdiri dan seketika induk singa mundur menjauh sambil tetap menggeram. Tuan Aris dan kedua rekannya terkejut dengan tindakan singa tersebut. sang bocah melompat ke arah singa dan berhasil menindihnya, sang singa berontak dan cakarnya melukai kaki sang bocah. Dan dengan satu gerakan bocah tersebut memelintir kepala singa dan singa itu lemas terkulai.
Tuan aris melompat dari pohon diikuti kedua rekannya yang menunjukkan wajah terkejut setengah mati melihat seorang bocah mampu membunuh singa betina.
Bocah tersebut melompat mundur dan tangannya siaga kembali melebar tatapannya tajam mengarah ke tuan aris, dua orang rekannya menodongkan senapan ke arah bocah tersebut.
"Kalian ingin membunuh seorang bocah ?" Tanya Aris dengan nada ringan. Dan dua orang rekannya menurunkan pucuk senapannya.
"Kenapa kau membunuhnya ?" Tuan Aris tersenyum menatap bocah tersebut, tetapi sang bocah tetap tidak menurunkan kewaspadaannya.
"Singa itu marah karena anaknya tewas" balas bocah itu dengan suara pelan nan dingin.
"Bagaimana hal itu terjadi ?"
Tuan Aris mencoba meredam suasana tegang di antara mereka.
"Dibunuh oleh orang-orang sirkus" jawab sang bocah, kewaspadaannya mengendur dan posisi bocah itu kembali rileks.
"Kau dan singa itu menyaksikannya" ucap aris sambil bergumam. bocah itu tidak menjawab dan hanya menatap Tuan aris dengan pandangan aneh, bocah itu merasa penasaran terhadap sosok yang berdiri di hadapannya.
"Lalu bagaimana kau bisa lolos dari orang-orang sirkus?" Tanya Tuan Aris lagi.
"Aku membunuhnya, ketua sirkus itu" jawaban bocah itu membuat tatapan Tuan Aris seketika berubah dingin dan kedua rekannya membelalak dengan tatapan tidak percaya.
"Kenapa kau membunuh singa itu?" Suara tuan aris terdengar sangat pelan.
"Aku berpikir ia lebih baik pergi menyusul anaknya yang telah mati, daripada ia hidup sendiri" jawab bocah itu sambil menatap kedua rekan tuan aris bergantian.
"Lalu apa bedanya kau dengan ketua sirkus itu ?" Pertanyaan Tuan Aris membuat bocah itu terkejut, tiba-tiba kakinya lemas dan ia mundur beberapa langkah.
"Aku tidak salah, aku melakukan hal yang benar" tatapan bocah itu beralih ke tanah.
"Hanya Tuhan yang berhak menentukan siapa yang akan hidup dan siapa yang akan mati" ucap Tuan aris lagi, ia berjalan ke depan bocah itu dan berjongkok di depannya.
"Apa kau merasa dirimu Tuhan ? Kau berhak melakukan itu karena kau lebih kuat. Singa itu berhak untuk hidup" bocah itu menatap Tuan Aris dengan lama kemudian menggeleng lemah.
"Kau menyesal?" Tanya Tuan Aris
"Iya aku menyesal" ucap bocah itu lemah
"Kau ingin ikut denganku ? Aku akan membawamu ke tempat yang lebih nyaman" Tuan Aris bangkit dan bocah itu memandangnya.
"Tapi tuan pemimpin..."seorang rekan tuan aris hendak protes tetapi ia kembali bungkam.
"Apakah boleh?"tanya bocah itu ragu.
"Aku akan menganggapmu sebagai anakku" Tuan aris menjulurkan tangannya ke arah bocah itu sambil tersenyum.
"Baiklah" bocah itu menyambut tangan Tuan Aris dengan yakin. Mereka berjalan keluar dari hutan. sebelum melakukan transportasi cepat Tuan Aris kembali bertanya.
"Siapa namamu ?"
"Namaku Daniel" jawab bocah itu
"Ok Daniel kau harus memanggilku ayah dan aku tidak akan membiarkanmu membunuh semudah itu lagi" ucap Tuan Aris dengan suara tegas.
"Ok ayah" balas bocah itu.

Jumat, 29 Juli 2016

477

Merupakan kejutan bagi Daniel yang seketika di tunjuk ayahnya untuk memimpin orang-orang itu, iya orang orang yang bagi dirinya telah mati. Ia berada di sebuah tempat terletak di kota Bogor tepat di stasiun Bogor, jika bagi manusia tempat itu adalah stasiun kereta maka bagi Daniel tempat itu bagaikan rumah dan markas besar.
Manusia yang telah mati dalam insiden kecelakaan, bunuh diri, atau apapun yang disengaja ataupun tak terduga berkumpul disini, tempat ini disebut dunia roh.
Tetapi bukan sebagai tempat roh atau makhluk halus yang selama ini manusia ketahui. tempat ini berada di alam bawah sadar manusia dan tak terjangkau pikirkan manusia saat sedang sadar.
Daniel tidak bisa menolak keinginan ayahnya meskipun itu akan menyakiti banyak pihak yg tidak menyukainya, jelas akan banyak pihak yg tidak menyukai jika pimpinannya baru berusia 11 tahun.
Bahkan adiknya pun cemburu akan hal itu, adiknya merasa sang ayah telah tidak adil dan pilih kasih, tapi Daniel tidak perduli ia tidak berminat pada apapun di dunia mati itu.
"Kau harus serius, besok aku akan mengenalkan seseorang yang akan melatihmu bertarung" sang ayah menatap anaknya yg bermalas-malasan saat latihan.
"Kenapa aku perlu berlatih ? Untuk apa ?"
Ucap Daniel dengan nada sedikit kesal.
"Kau akan jadi pemimpin dan hampir lebih dari 1.000 orang akan tunduk dibawah perintahmu, kau akan memimpin orang-orang itu dan membimbing mereka dalam tugas mengisi kereta-kereta" sang ayah menjelaskan
"Kereta ? Ayah kereta itu bergerak dengan mesin, kita tak perlu tinggal didalamnya"
"kereta itu akan lebih hidup saat kita berada didalamnya dan hanya sedikit manusia yang bisa merasakannya" jelas sang ayah. Daniel diam tak membantah ayahnya lagi.
"Aku akan mengajakmu memilih sendiri kereta yang akan kau tinggali, ayolah"
Daniel mengikuti ayahnya hanya sekejap mereka tiba di Dipo Depok, kumpulan kereta berjajar dari KRL (kereta rel listrik) hingga KRD (kereta rel diesel).
Beberapa dari kereta itu menyapa sang ayah yang saat ini masih menjadi pemimpin "Tuan, sedang apa yang membawa anda ke sini ?" Kereta KRD bertanya.
"Aku akan mengajak Daniel memilih kereta pertamanya" jawab sang ayah simpel. Kemudian daniel berdiri di depan belasan kereta yg sejajar dalam satu garis.
"Tidak ada yang aku suka" gumam Daniel pelan. "Baiklah mari kita beralih ke tempat lain" ajak sang ayah. Setelah itu mereka pergi ke stasiun Manggarai. Daniel terpaku pada satu kereta berjenis KRL. Dengan seksama ia memperhatikan seluruh bagian permukaan kereta itu. Sang ayah tersenyum karena ia tau itu adalah kereta peninggalannya.
"Aku suka yang ini ayah, aku akan pakai ini " Daniel menunjuk sebuah kereta berjenis KRL BN HOLEC berwarna biru pada kabin masinisnya, dengan body full silver alumunium serta strip berwarna oranye di setiap gerbongnya.
"Pilihan bagus, kereta ini baru hadir sekitar 1994 jadi mesinnya masih lumayan bagus" penjelasan sang ayah membuat Daniel tersenyum kembali memperhatikan dengan seksama kereta itu. "Dan kau akan berganti nama sesuai dengan nomor kereta ini" ucapan sang ayah yg terakhir membuat Daniel sedikit terkejut dan menatap sang ayah pasrah.
"Kode namamu adalah 477" ucap sang ayah mantap.
Malam itu sang ayah mengumpulkan semua ketua dari masing masing kelompok kereta, terdapat 4 buah kelompok : KRL ekonomi, KRL express, KRD (langsam), dan kereta barang.
"Hari ini aku akan menyampaikan berita penting, mungkin ada sebagian dari kalian yang sudah mengetahuinya" sang ayah diam sejenak dan memperhatikan wajah pengikutnya dengan seksama kemudian, melanjutkan "aku akan menunjuk Daniel anakku sebagai pemimpin selanjutnya"
semua orang terkejut dan berbisik-bisik kemudian salah seorang anggota KRL express berteriak lantang
"Aku tidak setuju ! Dia masih 11 tahun dia tidak bisa memimpin"
"Aku tau, karena itu dia akan tetap berada dalam bimbinganku"
"Kami tetap tidak setuju" bantahnya
"Kalau begitu kau harus mengalahkannya" ucap sang ayah dengan nada enteng.
Daniel menatap ayahnya sebentar kemudian tatapan nya beralih ke orang yg hendak melawan keputusan itu.
"Aku akan melawannya" jawab orang itu dengan lantang. Daniel tersenyum senang ia tidak bisa menghentikan darah yg tiba-tiba bergejolak dalam dirinya dia mulai berdiri dan tiba-tiba seseorang dari anggota KRD yg seumur dengan Daniel mengampiri anggota express itu dan berbisik.
"Kau sudah gila ! dia adalah anak terkenal yang membunuh ketua sirkus dan 2 singa saat berumur 9 tahun, itu terjadi 2 tahun lalu"
"Memangnya aku takut" jawab sang penantang itu agak kencang.
"Hal itu terjadi ketika tuan pemimpin belum mengangkatnya sebagai anak, dan ketika anak itu belum punya pengalaman berlatih sama-sekali" lanjutnya.
Seketika mata penantang tersebut menunjukkan ekpresi terkejut tangannya bergetar tapi egonya tetap membuat ia berdiri. "Aku akan tetap maju" jawabnya pelan.
"Siapa namamu?" Tanya pemimpin
"Aku Lukman kode namaku 211"
"Daniel perkenalan dirimu" perintah sang ayah.
Daniel berjalan mendekati 211, ia tersenyum dan memandang lawannya dengan seksama menyusuri kaki hingga ujung kepala.
"Namaku 477, akan aku pastikan kau ingat itu"
211 mengambil posisi kuda-kuda tinju ia mulai siaga mengitari 477, dan bersiap mencari celah untuk menyerang.
Kelompok express bersorak menyemangati, mereka berpikir positif 211 yang berumur 18 tahun akan menang dalam pertandingan itu, sementara kelompok lain diam seribu bahasa dan hanya menyaksikan.
211 melayangkan tinju mengarah pada wajah 477 kemudian 477 menghilang dengan kecepatan tinggi berada memunggungi 211 dan menyerang leher belakangnya. Seketika 211 jatuh tersungkur menahan sakit memegang lehernya. Semua orang terkejut dan menatap Daniel dengan perasaan bingung.
"bagaimana kau melakukan itu ? Kau menghilang dan muncul di tepat di belakangnya, apa kau belajar sihir ?" tanya seseorang dari kelompok KRL ekonomi. Daniel diam memandangi orang itu dan menyernyitkan dahinya bingung.
"Kau tidak lihat bagaimana aku bergerak ?" Daniel bertanya
semua orang terkejut dan menatap Daniel dengan pandangan takjub
"Hahaha dia sudah seperti itu ketika aku bertemu dengannya, aku menyebutnya kecepatan dewa. Dia hampir setara dengan Andre" perkataan pemimpin membuat semua orang bergidik karena mereka mengenal siapa Andre sebenarnya. Andre adalah kaki tangan sang pemimpin yg di kenal dengan nama "sang penghukum" tugasnya adalah menghukum semua anggota pengikut ayahnya yg membuat masalah. Dia terkenal tegas dan sangat keras.
"Jadi masih ada yang keberatan dengan keputusanku ?" Tanya sang pemimpin kembali menegaskan.
"Tidak pemimpin" jawab mereka serempak.
"Aku keberatan" seseorang muncul dari belakang pemimpin. Dia berjalan menghampiri 477 dan berdiri tepat di depannya "karena aku juga punya kesempatan untuk jadi pemimpin" ucapnya tegas.
"Jelaskan padanya 477" ucap sang ayah sambil menahan senyum
"Yang lain bubar dan kembali ke markas" lanjut sang pemimpin sambil pergi berlalu.
477 mendesah dan menatap orang itu kemudian menepuk bahunya sambil berkata "kau tanya ayahmu kenapa dia pilih aku, karena sejujurnya aku tidak berminat sama sekali untuk menjadi pemimpin" 477 berlalu sambil meninggalkan orang itu, dia adalah adik kandungnya yang bernama David.

Perkenalan

Hallo semua, nama penaku Shiro Neko dan ini adalah karya pertamaku, tapi karya ini bukan menceritakan tentang diriku atau kehidupan sehari-hari ku
Aku adalah sutradara baginya, penggemar, dan sahabatnya. Blogger ini tentang  temanku, sahabatku, motivatorku, dan pemimpinku. Iyapp blogger ini tentang DANIEL dan kode namanya adalah 477 .
Dan mulai saat ini kalian akan jadi saksi bahwa angka itu akan menjadi sejarah dalam dunia ini. Dan kalian mungkin akan benar-benar menganggap dia akan jadi nyata.