Rabu, 30 November 2016

Percakapan dan wawancara

Percakapan dan wawancara 1.
Saat chapter "andre"
Aku : jadi apa cerita nya persis seperti aslinya ?
477 : sebenarnya hampir, hanya saja saat itu aku benar-benar kalah telak oleh ka andre tanpa perlawanan sedikitpun. Jadi sebenernya gak ada adegan kerah baju robek dan teriak minta ia melepaskanku.
Aku : kau benar-benar kalah dalam sekali pukul
477 : itu kan dulu, sekarang dia tidak punya kesempatan sama sekali
Aku : dasar egois, kalah gak mau ngaku
477 : hahaha
Percakapan dan wawancara 2
Saat chapter "pemimpin yang dibenci"
477 : tolong jangan buat kisah cintaku dan juli seperti itu (muka memohon)
Aku : kenapa ? Memang seperti itu kan ?
477 : aku bukan tipikal yang akan menggoda cewe duluan
Aku : Oh yaa ? (masang muka gak percaya) lalu maksudmu aku menggodamu duluan begitu ?
477 : hehehe (terkekeh) tidak itu aku yang mulai, aku menyukaimu duluan
Percakapan dan wawancara 3
Chapter yang (belum mulai)
477 : aku tidak sabar menantikan cerita saat kau bertemu denganku pertama kali
Aku : 486 duluan
477 : aku tau, tapi buktinya kau milikku sekarang
Aku : itu karena kau curang 477
477 : curang bagaimana ?
Aku : pokoknya curang
Percakapan dan wawancara 4
Aku : apa kau pernah melawan ayahmu ?
477 : tidak pernah, aku takut padanya. Hmm sebenarnya lebih ke dalam rasa hormat ehh tetapi aku juga takut padanya
Aku : (menatap heran) jadi belum pernah ?
477 : belum, tetapi dia sering memaksaku berkali-kali untuk tanding dan aku memilih kabur saja
Aku : (tertawa)

Kamis, 24 November 2016

Andre

Pagi itu suasana tegang menyelimuti markas besar bogor. Banyak yang berkerumun disekitar markas, mereka menyaksikan kejadian yang tak terduga dan cukup membuat mereka terkejut dan begitu juga 477.
Pikirannya tak karuan setelah melihat luka lebam dan darah disekujur tubuh adiknya yang tak sadar. matanya memicing tajam menatap orang-orang didepannya yang sedang berburu nafasnya.

"Siapa yang melakukan ini ?" Tanyanya dengan pandangan menusuk. dan tiga orang didepannya maju ke hadapan 477 berbicara dengan nafas berat.
"Kami yang melakukannya" ucap salah satu diantaranya. tubuh mereka bertiga jauh lebih tinggi dari 477 yang ketika itu masih 13 tahun.
"Beraninya kalian" teriaknya keras.
Dengan cepat satu hantaman keras mendarat di wajah orang yang berbicara sebelumnya. tubuhnya mundur satu meter sebelum akhirnya jatuh tersungkur.
Dua orang sisanya siaga mengambil ancang-ancang dan bersiap menghadapi 477. Tetapi mereka kalah dalam kecepatan dan akhirnya ikut jatuh tersungkur. 918 yang sebelumnya terpaku karena shock mulai sadar dan tau apa yang harus dilakukannya. Ia berlari mengejar 477 yang sedang mencari sasaran dari kelompok ekpress lainnya, dan dengan cepat menarik lengan 477 dan menghentakannya cukup kencang.

"Cukup 477, tenanglah" ucap 918
"Jangan ikut campur" balas 477 seraya menarik tangannya dari genggaman 918 dengan kencang.
"Kau akan membuat masalahnya jadi rumit" ucap 918 dengan nada menasehati.
Tetapi 477 tidak mendengarkan dan kembali maju mengejar anggota ekpress yang lain, sampai ia berhasil menarik salah satu diantara mereka dan menyeretnya sepanjang jalan ketika ia hendak melayangkan satu pukulan terakhir tiba-tiba tubuhnya terlempar ke pojok markas dengan keras, kepalanya membentur tiang yang terbuat dari tembok dan ia jatuh tersungkur ke tanah.
Orang-orang shock dan hanya menatapnya ngilu begitu juga 918 yang tak bisa berbuat apa-apa.
Ditengah kebingungannya 477 membuka matanya dan melihat siapa yang berdiri didepannya. seseorang dengan berbadan lebar dan tinggi menatapnya tajam. Orang itu menarik kerah 477 dan membuatnya melayang diudara.
"Siapa kau ?, Apa yang kau lakukan, cepat lepaskan aku" ucap 477 dengan keras. Orang itu tidak menyahut dan mendorong tubuh 477 ke tembok.
"Kau berada diwilayahku, jangan berani berkata seperti itu padaku" ucap orang itu kemudian.
"Cepat lepaskan aku atau aku akan menghajarmu" balas 477 lagi.
"Coba saja" tantang orang itu. 477 berusaha melepaskan cengkraman kerahnya dari orang itu tetapi semakin ia berusaha lehernya terasa sakit hingga akhirnya ia merobek kerah bajunya untuk meloloskan diri dari orang itu.
477 telah lepas ia mundur beberapa meter dari orang tersebut.
Ia sadar akan aura yang tidak biasa dari orang tersebut, 477 siaga dan mencoba berkonsentrasi pada pertarungannya, ia mengacuhkan orang-orang disekitarnya dan fokus untuk mencari celah dan kelemahan lawannya. Kemudian ia bergerak secepat kilat berlari ke belakang lawannya dan mencoba  melayangkan pukulan untuk menghantam kepala orang tersebut, tetapi orang tersebut dengan cepat berbalik mengikuti pergerakan 477 dan bergerak secepat kilat kebelakang 477 kemudian hantaman keras didaratkan pada tengkuknya. Seketika 477 jatuh tersungkur dalam keadaan tengkurap. Pandangannya kabur dan tenaganya untuk bangkit menghilang seketika. kemudian orang itu menarik kerah belakang 477 dan menyeret 477 yang setengah sadar ke pojok tembok markas.
"kau bilang akan menghajarku bukan ?" Ledeknya pada 477 yang menatapnya dengan pandangan lemah. Orang itu kembali mengangkat 477 ke udara, kali ini ia mencengkeram lehernya secara langsung. 477 kesulitan bernafas dan tubuhnya bergetar kejang.
"Kumohon hentikan" teriak juli yang tiba-tiba berlari menghampiri. 918 ikut menghampiri dan memegang tangan orang itu dengan pandangan memohon.
"Hentikan Andre" suara Aris terdengar dan langkah kakinya membuat susasana hening. Seketika orang yang dipanggil andre tersebut melepaskan cengkraman pada leher 477. Dan 477 pun jatuh tersungkur tak sadarkan diri.

Langit telah gelap ketika 477 membuka matanya, ia berada dikamarnya dan terkejut dengan posisi duduk, disebelahnya David tertidur dan lukanya telah diperban. 477 melangkah keluar kamar dan mendapati Ayahnya sedang mengobrol dengan orang yang mengalahkannya tadi pagi. tetapi anehnya 477 tidak merasa dendam, ia berjalan ke arah Ayahnya dan berdiri disampingnya.
"Maafkan aku yang telah lepas kendali ayah" ucapnya sambil menundukkan kepala.
Ayahnya bangkit berdiri dan menatap 477 dengan tatapan yang tak bisa ditebak. kemudian tangan nya melayang menampar 477 dengan keras. dan 477 tak bergeming ia diam menerima tamparan tersebut.
"Aku menjadikkanmu pemimpin bukan untuk melihat kau bertindak sesuka hatimu" ucap Ayahnya dengan nada menghakimi.
"Aku mengerti ayah" balas 477
"Baiklah" sang ayah menepuk pundak 477 dengan pelan dan kembali duduk di kursinya.
"Dia andre, dia akan melatih mu bertarung, hormati dia" ucap sang ayah.
"Baik Ayah" jawab 477 dan menundukan kepalanya sambil menatap andre.
"Maaf aku bersikap kasar padamu" ucap andre sambil tersenyum.
"Itu kesalahanku, mohon bimbinganmu" balas 477 tulus. Andre mengangguk pelan dan 477 undur diri untuk kembali ke kamarnya.
Dalam pikirannya terbayang pertarungan nya melawan andre yang tak seimbang.
Didepan pintu kamarnya berdiri 918 terseyum sambil bersedekap.
"Jadi boss ?" Ucapnya dengan nada meledek.
"Aku akan menunjukan padamu ketika aku menghajarnya suatu saat nanti" ucap 477 sambil tersenyum. Kemudian mereka tertawa dan mengobrol sampai larut.

Selasa, 22 November 2016

Pencarian

Cuaca terlihat cerah hari ini, dan sebagian mungkin berpikir terlalu terik dan menyengat.
Penghuni di markas sedikit lebih ramai dari biasanya dikarenakan cuaca terik yg cukup membuat mereka enggan untuk keluar, termasuk 918 dan teman-teman satu kelompok KRD.
Sekilas terlihat biasa saja tetapi tidak ada yang sadar jika 918 sedang siaga penuh, ia memasang telingangnya lebar lebar mendengarkan pembicaraan orang-orang mengenai insiden pemukulan pemimpin baru mereka. Namun ekpresi 918 cukup sulit ditebak, tak ada seorangpun yang tau apa yang sedang berkecamuk dalam kepalanya.
"Ehemmm..." Terdengar suara dehaman pelan dari arah belakang, 918 segera menoleh dan mendapati david di seberang markas yang sedang memberikan aba-aba untuk mendatanginya. Kemudian ia bangkit meninggalkan kerumunan teman-temannya.
"Ada apa ?" Tanya 918 pelan
"Ini memang belum pasti tapi perasaanku mengatakan pelakunya berasal dari kelompok ekspress" bisik david pelan. 918 menaikkan alisnya tanda bingung dan david segera melanjutkan
"Kau ingat lukman dengan kode 211 yang dikalahkan 477, ternyata ia berasal dari kelompok ekpress"
"Aku tau itu" balas 918 seraya memegang bahu david dan mengajaknya berbalik membelakangi markas.
"Aku berpikiran sama denganmu, maka dari itu aku tetap dimarkas dan menyelidiki pembicaraan mereka diam-diam"
"Kenapa tidak langsung menjelaskan tujuan kita, mereka juga tau tentang insiden itu" david sedikit menekankan nada suaranya
"Benar, tapi 477 memintaku untuk menyelidiki diam-diam tanpa kecurigaan sedikitpun" jelas 918. Ketika david hendak membalas perkataannya 918 kembali melanjutkan
"Dengar david kita tidak boleh bertindak sembarangan, jika mereka tau kita sedang menyelidiki insiden itu maka pelaku diantara mereka akan bertindak dengan hati-hati seolah tidak bersalah. tetapi, jika penyelidikan kita tidak diketahui pelaku akan berpikir kasus ini tidak begitu berarti dan ada kemungkinan dia akan menyerang 477 lagi, saat itulah kita akan menyergap dia" jelas 918
"Kau ingin 477 terkena serangan untuk kedua kalinya ? Hah " suara david sedikit terdengar lebih kencang dari yg seharusnya, dia menjadi sedikit emosi ketika mendengar penjelasan 918.
"Ini rencana 477, jika kau keberatan lebih baik kau tanyakan dia saja" 918 menepuk bahu david seraya berbalik meninggalkan david dan kembali ke kelompoknya.
"Aku benar-benar menyesal karena pergi sebelum kau siuman" Juli yang saat itu sedang mengikuti 477 bertugas kembali pada kebiasaannya mengayunkan kaki di salah satu tempat duduk.
"Aku tau" jawab 477
"Tau apa maksudmu ?" Tanya Juli
"Kau menyesal karena mungkin saja itu salahmu, mungkin ada yang cemburu melihat kita berdua" balas 477 terselip nada canda.
"Kau berpikir seperti itu ? " Juli kaget bercampur bingung tatapannya berubah serius.
"Mungkin saja" jawab 477
"Apa kau marah pada orang yg memukulmu ?" Suara Juli terdengar sedikit hati-hati.
"Sebaliknya justru aku merasa berterima kasih"
"Berterimakasih untuk apa ?"
"Jika ia tidak melakukan itu mungkin kau tidak akan hadir hari ini untuk mengkhawatirkan aku" balas 477 dengan nada meledek. Juli tertawa ringan dan raut wajahnya kembali hangat.
Juli menemani 477 bertugas sampai selesai dan Mereka kembali ke markas pukul 7 malam.
"Baiklah mungkin aku akan menemanimu lagi besok" ucap Juli sebelum benar-benar pergi.
"Sebaiknya iya, jika tidak mungkin aku akan seharian menunggumu" balas 477, ia tak sadar kata-kata tersebut mengalir secara alami dari mulutnya. Juli tersenyum mengangguk
"Aku benar-benar mengkhawatirkanmu loh" ucapnya dan ia menghilang pergi.
"Aku butuh penjelasan" 477 melirik david yang kemudian duduk di sampingnya.
"Apa?" Tanya 477 bingung
"Kenapa tidak selidiki secara terang-terangan agar tidak banyak membuang waktu ?"jelas david seraya menatap 477 tajam.
"Kenapa yaa ? Hmmm aku mungkin hanya ingin bermain-main terlebih dahulu" jawab 477
"Bermain-main ?"tanya david dengan nada tidak percaya
"Oh aku tau kau tidak punya waktu karena sibuk berpacaran" nada suara david terdengar sedikit kesal.
"Untuk apa kau bersikeras dengan semua ini ? Bukankah kau tidak peduli padaku ?" Ledek 477 pelan dan membuat David tak bisa berkata-kata. Kemudian 477 berdiri dan merapikan celananya.
"Satu lagi jangan campuri urusan pribadiku" lanjut 477 dengan nada dingin seraya pergi meninggalkan adiknya sendirian. Ia tidak tau jika kata-kata terakhirnya begitu menusuk dan membuat hati david terluka. Dan hal itu menjadi alasan akan insiden yang akan terjadi esok hari.
"477 aku punya kabar buruk" 918 terdengar panik.
"Ada apa ? tanya 477 sedikit acuh
"David di pukuli anggota ekspress, karena memaksa mencari pelaku di kelompok mereka"
Jelas 918 yang membuat 477 terkejut tak percaya.