Pagi itu suasana tegang menyelimuti markas besar bogor. Banyak yang berkerumun disekitar markas, mereka menyaksikan kejadian yang tak terduga dan cukup membuat mereka terkejut dan begitu juga 477.
Pikirannya tak karuan setelah melihat luka lebam dan darah disekujur tubuh adiknya yang tak sadar. matanya memicing tajam menatap orang-orang didepannya yang sedang berburu nafasnya.
"Siapa yang melakukan ini ?" Tanyanya dengan pandangan menusuk. dan tiga orang didepannya maju ke hadapan 477 berbicara dengan nafas berat.
"Kami yang melakukannya" ucap salah satu diantaranya. tubuh mereka bertiga jauh lebih tinggi dari 477 yang ketika itu masih 13 tahun.
"Beraninya kalian" teriaknya keras.
Dengan cepat satu hantaman keras mendarat di wajah orang yang berbicara sebelumnya. tubuhnya mundur satu meter sebelum akhirnya jatuh tersungkur.
Dua orang sisanya siaga mengambil ancang-ancang dan bersiap menghadapi 477. Tetapi mereka kalah dalam kecepatan dan akhirnya ikut jatuh tersungkur. 918 yang sebelumnya terpaku karena shock mulai sadar dan tau apa yang harus dilakukannya. Ia berlari mengejar 477 yang sedang mencari sasaran dari kelompok ekpress lainnya, dan dengan cepat menarik lengan 477 dan menghentakannya cukup kencang.
"Cukup 477, tenanglah" ucap 918
"Jangan ikut campur" balas 477 seraya menarik tangannya dari genggaman 918 dengan kencang.
"Kau akan membuat masalahnya jadi rumit" ucap 918 dengan nada menasehati.
Tetapi 477 tidak mendengarkan dan kembali maju mengejar anggota ekpress yang lain, sampai ia berhasil menarik salah satu diantara mereka dan menyeretnya sepanjang jalan ketika ia hendak melayangkan satu pukulan terakhir tiba-tiba tubuhnya terlempar ke pojok markas dengan keras, kepalanya membentur tiang yang terbuat dari tembok dan ia jatuh tersungkur ke tanah.
Orang-orang shock dan hanya menatapnya ngilu begitu juga 918 yang tak bisa berbuat apa-apa.
Ditengah kebingungannya 477 membuka matanya dan melihat siapa yang berdiri didepannya. seseorang dengan berbadan lebar dan tinggi menatapnya tajam. Orang itu menarik kerah 477 dan membuatnya melayang diudara.
"Siapa kau ?, Apa yang kau lakukan, cepat lepaskan aku" ucap 477 dengan keras. Orang itu tidak menyahut dan mendorong tubuh 477 ke tembok.
"Kau berada diwilayahku, jangan berani berkata seperti itu padaku" ucap orang itu kemudian.
"Cepat lepaskan aku atau aku akan menghajarmu" balas 477 lagi.
"Coba saja" tantang orang itu. 477 berusaha melepaskan cengkraman kerahnya dari orang itu tetapi semakin ia berusaha lehernya terasa sakit hingga akhirnya ia merobek kerah bajunya untuk meloloskan diri dari orang itu.
477 telah lepas ia mundur beberapa meter dari orang tersebut.
Ia sadar akan aura yang tidak biasa dari orang tersebut, 477 siaga dan mencoba berkonsentrasi pada pertarungannya, ia mengacuhkan orang-orang disekitarnya dan fokus untuk mencari celah dan kelemahan lawannya. Kemudian ia bergerak secepat kilat berlari ke belakang lawannya dan mencoba melayangkan pukulan untuk menghantam kepala orang tersebut, tetapi orang tersebut dengan cepat berbalik mengikuti pergerakan 477 dan bergerak secepat kilat kebelakang 477 kemudian hantaman keras didaratkan pada tengkuknya. Seketika 477 jatuh tersungkur dalam keadaan tengkurap. Pandangannya kabur dan tenaganya untuk bangkit menghilang seketika. kemudian orang itu menarik kerah belakang 477 dan menyeret 477 yang setengah sadar ke pojok tembok markas.
"kau bilang akan menghajarku bukan ?" Ledeknya pada 477 yang menatapnya dengan pandangan lemah. Orang itu kembali mengangkat 477 ke udara, kali ini ia mencengkeram lehernya secara langsung. 477 kesulitan bernafas dan tubuhnya bergetar kejang.
"Kumohon hentikan" teriak juli yang tiba-tiba berlari menghampiri. 918 ikut menghampiri dan memegang tangan orang itu dengan pandangan memohon.
"Hentikan Andre" suara Aris terdengar dan langkah kakinya membuat susasana hening. Seketika orang yang dipanggil andre tersebut melepaskan cengkraman pada leher 477. Dan 477 pun jatuh tersungkur tak sadarkan diri.
Langit telah gelap ketika 477 membuka matanya, ia berada dikamarnya dan terkejut dengan posisi duduk, disebelahnya David tertidur dan lukanya telah diperban. 477 melangkah keluar kamar dan mendapati Ayahnya sedang mengobrol dengan orang yang mengalahkannya tadi pagi. tetapi anehnya 477 tidak merasa dendam, ia berjalan ke arah Ayahnya dan berdiri disampingnya.
"Maafkan aku yang telah lepas kendali ayah" ucapnya sambil menundukkan kepala.
Ayahnya bangkit berdiri dan menatap 477 dengan tatapan yang tak bisa ditebak. kemudian tangan nya melayang menampar 477 dengan keras. dan 477 tak bergeming ia diam menerima tamparan tersebut.
"Aku menjadikkanmu pemimpin bukan untuk melihat kau bertindak sesuka hatimu" ucap Ayahnya dengan nada menghakimi.
"Aku mengerti ayah" balas 477
"Baiklah" sang ayah menepuk pundak 477 dengan pelan dan kembali duduk di kursinya.
"Dia andre, dia akan melatih mu bertarung, hormati dia" ucap sang ayah.
"Baik Ayah" jawab 477 dan menundukan kepalanya sambil menatap andre.
"Maaf aku bersikap kasar padamu" ucap andre sambil tersenyum.
"Itu kesalahanku, mohon bimbinganmu" balas 477 tulus. Andre mengangguk pelan dan 477 undur diri untuk kembali ke kamarnya.
Dalam pikirannya terbayang pertarungan nya melawan andre yang tak seimbang.
Didepan pintu kamarnya berdiri 918 terseyum sambil bersedekap.
"Jadi boss ?" Ucapnya dengan nada meledek.
"Aku akan menunjukan padamu ketika aku menghajarnya suatu saat nanti" ucap 477 sambil tersenyum. Kemudian mereka tertawa dan mengobrol sampai larut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar